Keindahan Ranukumbolo, Surga Tersembunyi Di Gunung Semeru

Istiqomahsweet.com - Surga tersembunyi di Jawa Timur, Ranukumbolo yang terletak di antara kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berlokasi di Gunung Semeru yang masih berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Pintu masuk pendakian Gunung Semeru
Pintu masuk pendakian Gunung Semeru

Gunung Semeru merupakan salah satu gunung berapi yang masih dikenal aktif di Jawa Timur, ketinggiannya mencapai 3.676 Mdpl di atas permukaan laut, sehingga menjadi gunung tertinggi di Pulau Jawa. Sedangkan Ranukumbolo berada di ketinggian 2.400 Mdpl di atas permukaan laut. Bagi para pendaki Ranukumbolo, Surga Tersembunyi Di Gunung Semeru sudah tidak asing di telinga mereka.
 
Ranukumbolo memiliki sumber air bersih bagi para warga sekitar dan untuk para pendaki Gunung Semeru. Dengan debit air yang berlimpah namun tidak dipergunakan untuk mandi bahkan tidak diperkenankan untuk berenang, agar sumber tersebut tidak tercemar dan tetap bisa dikonsumsi dengan baik. Ranukumbolo ini juga menjadi tempat berkumpulnya para pendaki untuk berkemah menikmati keindahan yang ada di Ranukumbolo.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket

Lokasi : Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Jam operasional : Setiap Hari, 24 jam (Menyesuaikan situasi dan kondisi seperti, konservasi, atau masalah lainnya) sehingga sebelum melakukan perjalanan pendakian ke Gunung Semeru hendaknya mencari tahu informasinya terlebih dahulu.

Harga Tiket : 
Warga Negara Indonesia sendiri berkisar Rp.19.000/hari pada hari biasa dan Rp.24.000/hari di akhir pekan, sedangkan
Warga Negara Asing seperti turis asing berkisar Rp210.000/hari pada hari biasa dan Rp310.000/hari di akhir pekan.
(Harga Tiket Bisa Berubah Setiap Waktunya.)
 

Rute perjalanan

Rute perjalanan menuju Gunung Semeru, jika memillih berangkat dari Kota Malang. Berikut rute perjalanan yang dapat ditempuh dari setiap masing-masing kota :

1.    Perjalanan kami berlima menggunakan sepeda motor :

Dari kota Gresik melewati kota Surabaya, Sidoarjo, membutuhkan waktu 3 jam baru tiba di kota Malang. Setelah tiba di Malang, kemudian menuju daerah Tumpang, Poncokusumo, Gubuk Klakah, Ngadas, kemudian berada di Ranu Pane. Perjalanan ini memakan waktu selama kurang lebih 3 hingga 4 jam, tergantung dari masing-masing asal kota. Jika di rasa kurang mengetahui arah jalannya bisa menggunakan GPS.

2.    Jika menggunakan Rute dengan kendaraan umum :

· Dari kota asal menuju ke Terminal Arjosari, dengan menggunakan angkot umum dengan kode TA menuju Pasar Tumpang.
· Jika dari kota asal menuju Stasiun Kota Malang, setelah itu bisa menggunakan angkutan umum yang tersedia menuju Pasar Tumpang. Dari Tumpang kemudian pindah dengan menggunakan Jeep/Hartop Semeru, atau bisa ikut Truk Sayur jika mendapatkan izin secara langsung.
·  Setelah tiba di Tumpang, perjalanan selanjutnya yaitu menuju Ranu Pane dengan menyewa mobil Jeep/Hartop. Satu mobil Jeep/Hartop bisa mengantarkan 14 orang sekaligus, dengan harga berkisar Rp.38.000/orang atau bisa juga menyewa satu jeep sekaligus dengan biaya berkisar Rp.550.000.
 

Pengalaman Mendaki di Keindahan Ranukumbolo

Pintu masuk pendakian Gunung Semeru
Pintu masuk pendakian Gunung Semeru

Pergi ke Ranukumbolo, Surga Tersembunyi Di Gunung Semeru merupakan kedua kalinya bagi saya menginjakkan kaki di tempat terindah ini, surga dunia yang ada di Jawa Timur. Sungguh sangat indah jika dibayangkan, hingga seribu kali tidak akan memiliki rasa bosan, tidak memiki rasa bosan mata memandang tempat ini, Ranukumbolo termasuk Wonderful Indonesia yang selalu dirindukan oleh para pendaki untuk kembali lagi dan lagi.
 
Sebenarnya tujuan awalnya adalah mendaki Gunung Semeru, bukan hanya menikmati keindahan di Ranukumbolo saja melainkan bisa menuju puncak Gunung Semeru. Namun rencana awal tidak sesuai dengan harapan. Karena mendadak saya kedatangan tamu yang tidak di undang, sehingga membuat situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk bisa melanjutkan pendakian hingga atas ke Gunung Semeru.

Karena semua Gunung merupakan tempat suci dan sakral, sehingga tidak diizinkan wanita yang berhalangan mendaki. Karena kondisi tubuh yang rentan serta bisa membahayakan diri sendiri di lingkungan sekitar, terutama di kawasan Gunung Semeru masih terdapat hewan liar.

Tapi tidak mungkin juga jika kami kembali ke kota asal hanya karena saya sendiri. Akhirnya saya bersama calon suami saya waktu itu hanya berdiam di Ranukumbolo, Surga Tersembunyi Di Gunung Semeru. Perjalanan kami hanya berlima mengendarai sepeda motor dari kota Gresik.
 
Perlu perjuangan yang ekstra untuk sampai ke sana, karena sudah lama tidak pergi ke sana jadi kami hanya mengandalkan GPS saja, kamipun tidak terburu-buru tiba di lokasi, karena kami harus membeli perlengkapan logistik terlebih dahulu sedangkan waktu sudah mulai malam, sehingga dalam perjalanan kami memilih berhenti di pasar tumpang.

Setelah kami berbelanja,  saatnya kami melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pane. Hari sudah semakin malam, jalanan yang kita lewatin sudah mulai sepi, sedangkan perjalanan yang lota lewatin kanan kiri sudah jurang. Jadi kita tetap waspada dan berhati-hati.
 
Tapi sebelumnya tidak lupa kami memahami 3 kode etik petualang :
Take Nothing But Pictures (Jangan Mengambil Apapun Kecuali Gambar)
Leave Nothing But Foot Print (Jangan Meninggalkan Apapun Kecuali Tapak Kaki atau Jejak)
Don't Kill Nothing But Time (Jangan Membunuh Apapun Kecuali Waktu)

Semeru Ranukumbolo, Malang
Ranukumbolo, Semeru, Jawa Timur

Jalur pendakian

Berikut jalur untuk perjalanan hanya menuju Ranukumbolo Gunung Semeru,


Ranu Pane : Perjalanan kami dimulai dari Ranu Pane menuju ke Ranu Kumbolo melalui Watu Rejeng. Jika takut tersesat, bisa juga menyewa tour guide/pemandu jadi hanya tinggal mengikuti jalanan setapak hingga Ranu Kumbolo. 


kami tiba di Ranu Pane dini hari sekitar pukul 01.00 wib. sehingga kami harus beristirahat terlebih dahulu di dalam masjid untuk menunggu terbitnya matahari. Karena kami sudah lelah sehingga tidak memungkinkan membangun tenda, sedangkan cuaca begitu dingin suhu hingga -5°C, sangat membuat tubuh kami menggigil.


Sehingga kami perlu beristirahat sambil menunggu resgitrasi dibuka pukul 08.00. Hari sudah mulai terang, waktunya kami berlima untuk registrasi. Tapi sebelum itu kami sarapan pecel di warung sekitar dan bercengkrama bersama warga lokal. 


Memang cuaca lagi dingin sekali sampai lingkungan sekitar menjadi butiran salju, sehingga kami menghangatkan tubuh dengan api unggun bersama warga lokal. Setelah waktu menunjuukan pukul 08.00, sudah waktunya untuk registrasi.


Setelah registasi kami menunggu briefing bersama seluruh pendaki yang lain. Ketika briefing kami di beri bekal macam-macam pengetahuan serta aturan-aturan yang ada pada TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru), agar tercipta tim pendakian yang kompak, logistik dan peralatan yang cukup semua di periksa, karena itu modal utama agar keselamatan tetap menjadi yang di prioritaskan dalam setiap tim pendakian.


Pos 1Setelah itu kami melanjutkan perjalanan menuju pos 1, dari Ranu Pane ke pos satu memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Di pos 1 beristirahat 1 menit, kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2.


Pos 2 :  Dari pos 1 ke pos 2 memakan waktu 30 menit hingga 1 jam. Masih cukup mudah untuk dilalui karena tidak begitu menanjak. Di pos 2 kami masih menyempatkan untuk istirahat beberapa menit dan makan snack yang kami bawa.


Pos 3 : Dari pos 2 ke pos 3 memakan waktu 1 jam hingga 1,5 jam. Karena sudah mulai menanjak jadi perjalanan agak lama. Tapi perjlanan kami tidak terlalu cepat, kami berjalan santai, yang terpenting kami tahu durasi waktu tidak melebihi malam jika tiba di Ranukumbolo. Kemudian kami beristirahat kurang lebih 20 menit untuk membeli semangka dan gorengan yang tersedia pada warung di pos 3.


Pos 4 : Dari pos 3 ke pos 4 memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Perjalanan mulai menanjak curam, sehingga membutuhkan tenaga lebih. Namun di pos 4 ini, kami sudah disuguhkan keindahan Ranukumbolo yang sudah nampak di depan mata dari ketinggian pos 4. Kami berhenti berkisar 30 menit untuk berfoto ria. Andalan foto untuk pendaki berada di batu besar dengan Baground Ranukumbolo dan awan yang begitu cerah, seolah-olah turut bahagia menyambut kedatangan kami.


Ranukumbolo : Setelah menikmati keindahan Ranukumbolo di pos 4, kami melanjutkan perjalanan menuju Ranukumbolo. Dari pos 4 ke Ranukumbolo memakan waktu hanya 30 menit, karena perjalanannya hanya tinggal menurun jalan setapak. Setiba di Ranukumbolo sore hari, cuaca sangat dingin menggigil, sehingga kami segera membangun tenda untuk beristirahat meletakan peralatan lainnya.

(Perlu diperhatikan : bahwa setiap durasi perjalanan waktu tergantung setiap masing-masing orang atau tim pendakian.)


Ranukumbolo memang membawa keindahan tersendiri bagi para pendaki kami semua, Indonesia bukan hanya Wonderful tapi Indonesia Wonderland.

Tips mendaki Gunung Semeru

Berikut tips yang dapat diterapkan jika melakukan pendakian ke Gunung Semeru :
1. Pastikan membawa identitias diri untuk memenuhi persyaratan untuk melakukan pendakiandi Gunung Semeru, seperti fotokopi KTP, surat keterangan sehat dari dokter, dan sudah melakukan registrasi.
2.  Membawa logistik/makanan secukupnya yang mengandung karbohidrat tinggi, seperti beras, sayur, telur, lauk yang tidak mudah basi ketika perjalanan mendaki, sehingga tidak hanya membawa mie instan.
3. Jangan lupa membawa P3K, dan obat-obatan pribadi yang sekiranya sangat dibutuhkan, seperti obat maag, tolak angin, perban, hansaplast, betadine, alkohol, dan keperluan obat lainnya sesuai kebutuhkan setiap masing-masing orang.
4. Pastikan persediaan air minum yang dibawa cukup sampai pendakian tiba di Ranukumbolo.
5. Membawa perlengkapan pendakian seperti, tenda, sepatu dan sandal gunung, peralatan memasak, jaket,topi penghangat jika dibutuhkan, pakaian ganti secukupnya (jika memakai dan membawa pakaian sebaiknya menggunakan pakaian yang khusus untuk olahraga bukan menggunakan celana jeans, karena akan menganggu aktivitas pada tubuh ketika mendaki.)

Itulah pengalaman menikmati seputar Wonderful Indonesia Ranukumbolo, Surga Tersembunyi Di Gunung Semeru yang bisa di jadikan panduan saat mendaki ke sana. Jadi, kapan, mau mendaki lagi di Gunung Semeru?
 
Pandemi saat ini memang belum juga berlalu, tapi menunggu dua bulan lagi sudah berganti tahun baru. Sehingga kita memerlukan tujuan selanjutnya, yang masih bingung menentukan tujuan selanjutnya mau kemana iya?
 
Mau melanjutkan pendidikan Kuliah? Atau memlih untuk Kerja? Atau ada yang mau lanjut kuliah tapi masih bingung mau lanjut kemana? sudah tidak perlu di ambil pusing tenang aja, saya tidak hanya berbagi pengalaman mengenai perjalanan mendaki saya di Ranukumbolo, Surga Tersembunyi Di Gunung Semeru, melainkan saya juga ada rekomendasi salah satu universitas swasta terbaik yang Indonesia punya yaitu  Universitas Esa Unggul (UEU).
 
Apakah sudah pernah dengar? jika belum, Universitas Esa Unggul (UEU) didirikan pada tahun 1993 di bawah naungan Yayasan Pendidikan Kemala Mencerdaskan Bangsa. Universitas Esa Unggul sendiri sendiri memiliki 36 Program Studi dan 10 Fakultas, jadi tidak perlu bingung memilih jurusan apa yang mau diambil yang sesuai dengan minat masing-masing.

kalian bisa pilih program studi yang diinginkan. Untuk informasi lebih lanjutnya, langsung aja cek pada website nya di Esa Unggul University atau mau langsung daftar, bisa banget. Jadi tinggal klik Pendaftaran EsaUnggul University, jadi bisa mengetahui secara langsung jurusan yang diminati. Good luck for your choose.


#WonderfulIndonesia #EsaUngguluntukIndonesia #EsaUnggul

Disclaimer : Artikel ini sedang di ikutkan lomba kompetisi blog di Universitas Esa Unggul (UEU) dengan tema "Wonderful Indonesia"
Lailatul Istiqomah, S.M

My Life is All about Writer. Travelling, Culinary, Writing Coach, Ghostwriter, Book Author. This blog www.istiqomahsweet.com

71 Komentar

Terima kasih sudah berkomentar. Bisa untuk dibagikan juga. Semoga bermanfaat.

  1. Bagus ya mba kotanya. Kapan2 kalau sudah tidak pandemi ingin ke sana juga. Sukses ya untuk blognya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus banget kak. Hehhe. Iya menunggu dibuka kak. Semenjak pandemi blm dibuka lagi. Aamiin Allahuma Aamiin. Terima kasih kak.

      Hapus
  2. Tahu danau Ranukumbolo dari novel dan film 5cm, enggak kebayang gimana indahnya Ranukumbolo versi asli 😍 Semoga suatu hari nanti ada rezeki buat ke sana 😇

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Betul. Di film bagus. Aslinya wuih, jauh lebih bagus 😁 Berasa nagih kallau ke sana. Semoga bisa ke sana kak. Nunggu di buka nih. Hhahaha

      Hapus
  3. Nice info. Detai banget jadi pengen traveling 💜💜💜

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga pandemi lekas selesai dan normal seperti dulu kak. Biar lebih mudah traveling.

      Hapus
  4. Wah, bagus Kak. Semoga nanti bisa datang ke sana dan melihat langsung keindahannya. Untuk saat ini cukup baca info dari Kak Isti. Terima kasih untuk infonya, Kak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak sangat bagus. Jadi rekomendasi untuk yang suka menyatu dengan alam.

      Hapus
  5. Mantap...berharap bisa mengunjunginya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga bisa ke sana kalau sudah di buka kak. Saya juga ingin kembali lagi hehhee.

      Hapus
  6. Jadi ingin kesana, infonya detail bingit. Oh ya, 3 pesan singkat itu keren. Buat aku susah lupa meski selesai baca

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Harus ditanamkan hehhee. Agar lebih terkesan.

      Hapus
  7. Mantap, nih. Keren informasinya. Jadi pengen ke sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak. Harus di coba nih hehehe. Nanti pasti ingin kembali lagi kalau uda pernah ke sana.

      Hapus
  8. emang legenda ini ranukumbolo. kudu tahan dingin dan capek untuk menikmatinya, ya. but it's worth it.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak. Sangat melegenda buat para pendaki. Dingin banget kak, karena waktu itu cuacanya ekstream hehhee.

      Hapus
  9. Berpariwisata adalah cara orang menikmati kebebasan hidup mereka, nice info kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak. Travelling bisa mengungkapkan suasana yang always have fun.

      Hapus
  10. Wow, jadi tertarik untuk ke sana. Sukses terus kak dalam kepenulisannya. ☺🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, kalau ke sana perlu dipersiapkan fisik juga hehhee.

      Hapus
  11. Kenangan saya di Ranu Kumbolo bersama Media Kamil. Saat itu ada pendakian masal bareng Avtex.
    Saat itu saya sedang hamil usia kandungan 6 bulan.
    Nanti ke Semeru lagi Insyaallah 2023
    Semoga ada usia dan kesempatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah. Wah keren sekali kak, semoga pandemi lekas selesai agar bisa travelling ke sana lagi kak.

      Hapus
  12. Salut ya sama penduduk setempat mereka komitmen menjaga kebersihan dengan tidak mandi atau berenang, sayangnya ditempat-tempat lain banyak sumber air ditempat wisata sudah tercemar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul banget kak. Kadang karena terkenal jadinya tercemar. Tapi kalau di snaa, benar" di jaga kak, gk boleh banget. Ada yg melanggar langsung kena blacklist.

      Hapus
  13. ahh, aku inget pertama kali kenal gunung dan ranukumbolo pas nonton 5cm. ihh pengen banget main kesana. Semoga aja tetap terjaga ya biar nanti anak-anak di masa depan masih bisa nikmatin keindahan alam ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak betul. Seingat saya dulu ke sana juga karena abis nonton 5cm. Pertama kali belum begitu viral. Semoga pandemi lekas berlalu kak, biar segera dibuka pendakiannya.

      Hapus
  14. Ranukumbolo emang udh terkenal banget yaa jadi daya tarik pendaki di gunung semeru. No pain no gain emang ya, buat bisa menikmati keindanhan Ranu Kumbolo kita mesti usaha (keras) dulu buat mendaki gunung semeru

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak. Tidak mudah sampai titik atas. Saya aja masih gagal nih hihihi. Karena alam belum menyetujui hingga puncak tertinggi Jawa.

      Hapus
  15. wah hebat mba, masih setrong loh mendaki gunung, hihi saya alamat mengibarkan bendera putih alias nyerah duluan, dulu sih pas masih single and mingle, seneng sih and sempet liat sunrise juga di bromo, worth it memang ya pengalamannya tuh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi. Karena semangat dan kemauan kak jadinya strong. Bromo jg gk kalah cantik kak. Yang blm kuat dan takut mendaki di bromo jg rekomendasi nih.

      Hapus
  16. Kereen...banget, kak.
    Ini kalau di total pendakian dari satu pos sampai pos terakhir bisa 4 jam sendiri yaa..
    Persiapan fisik dan mental kudu lengkap banget nih.. Sembari menikmati kesegaran udara gunung dan pemandangan Wonderful Ranukumbolo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 4 jam sih kalau ngebut kak hihihi. Uda patas banget. Jadi tidak disarankan jalan patas 4 jam hehhee. Kalau dirasa fisik tidak mumpuni.

      Hapus
  17. Keren. Bukan pemula lagi nih. Mantul✊👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya mah masih pemula jg kok kak 😂 Belum ada apa-apanya. Karena masih sering gagal puncak juga kak 😅

      Hapus
  18. Yess, Semeru selalu jadi destinasi wisata pegunungan selain Bromo. Keduanya masing-masing menawarkan keindahan tersendiri. Saya sering melihat kumpulan para pendaki yg ngetem (singgah sebentar) di depan stasiun kotabaru malang untuk menunggu angkot yg membawa mereka menuju pasar tumpang. Thank for sharing mba, review-nya lengkap dan detail 😀👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah kakaknya asli Malang ya. Jadi tahu para pendaki ngetime. Hehhee. Karena pandemi jadi uda nggak pernah mendaki jauh kak. Tapi kalau lihat para pendaki masih pergi ke suatu destinasi, benar" mempersiapkan kondisi keuangan yang sangat matang.

      Hapus
  19. Yupp, saya asli Malang 😀 keren mba Isti, berjiwa petualang banget yaaa😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Semoga terus berjiwa petualang nih kak hehehe

      Hapus
  20. Emang paling asyik mendaki saat masih kuliah ya mba, kalo dah emak2 kayak aku ke playground aja udah seneng, belum kebayang mendaki gunung gitu hihi salut deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak. Karena kuliah masih senggang waktunya. Hehehe. Seru.

      Hapus
  21. Wah seru banget ya Mba Isti, perjalanan mendaki Gunung
    Semeru ini. Emang Indah banget ya Ranukumbolo. Viewnya cakep. Bikin adem mandangnya juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru banget kak. Saya aja pengen ke sana lagi. Karena emang cakep bgt viewnya gk ada rasa bosannya 😁 Lelah tapi Asyik juga.

      Hapus
  22. Suka banget dengan header blog-nya yang bergambar pelangi dan pesawat itu. Cakep sekali. Membaca artikelnya jadi pengin bisa jalan-jalan ke Ranukumbolo nih, Kak. Keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masya Allah. Terima kasih kak. Hhehehe. Semoga lain waktu bisa prepare ke sana ya kak. Nunggu pandemi usai. Baru bisa dibuka kembali.

      Hapus
  23. MasyaAllah cantik banget ya... masih kurang nih fotonya, hehehh.
    kalau sebut Ranukumbolo pasti jadi ingat 5cm deh.
    anyway selain persiapan tadi, bagi perempuan harus cek juga ya, jadwal datang bulannya, kan sayang kalau pas Hari H udah sampai TKP ehh ternyata gak bisa sampai ke atas juga ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheee. Iya kak kalau ke gunung susah di prediksi. Karena bookingnya online juga. Jadi mencari waktu yg tepat dan alam yg mendukung tidak mudah diprediksi hehehe. Padahal sudah sesuai rencana, ternyata alam belum berkehendak mendukung.

      Hapus
  24. Ranukumbolo. Namanya bagus, tetapi belibet lidahku untuk mengucapkannya. Hehehe ...itu serasa nama wayang loooh. Menurutku, sih.

    BalasHapus
  25. Cantik banget Ranukumbolo�� saya pengen berkunjung tapi masih pandemi, hanya bisa traveling ke sekitar kota deh :(.

    BalasHapus
  26. Pemandangan di Ranukumbolo menyejukkan hati. Suasana alam seperti ini begitu diimpikan aku yang belum pernah berkunjung ke sana. Taunya dari tv atau fimw aja hehehe. Mudah2an dapat kesempatan menginjakkan kaki ke Ranukumbolo suatu hari nanti.

    BalasHapus
  27. Wah, habis baca artikelnya berasa pengen travelling ke sana. Kapan-kapan kalau saya ke sana siap jadi tourguide nggak, Kak? hehe

    BalasHapus
  28. Di masa pandemi seperti sekarang apa Ranukumbolo bisa dikunjungi kak? Atau justru tutup total

    BalasHapus
  29. hua jadi kangen banget ke Rakum deh jadinya, menikmati senja dengan matahari yang indah menguning depan danaunya, wah kangen naik gunung deh

    BalasHapus
  30. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  31. Jomplang banget harga tiket buat WNI dan WNA. Eniwei, seru banget ya kak. Mama ku semasa kuliah dulu juga sering mendaki gunung. Aku belum kesampaian sampai sekarang. Salah satu wishlist yang belum terpenuhi (loh jadi curhat)

    BalasHapus
  32. Cakep foto yang di kayu ke arah danau itu Mbak. Bagus banget viewnya. Selalu iri kalau baca tentang pendakian gini. Aku gak pernah sih. Ngerasa gak mampu di badan. Tapi bersyukur juga, dengan membaca pengalaman pendakian seperti ini, aku berasa ikut merasakan suasananya.

    BalasHapus
  33. keren kak isti.. selama ini yang aku tau tentang ranukumbolo cuma yang serem-seremnya aja wkwkwk

    BalasHapus
  34. Keindangan ditempat ini emang keren banget, gak bisa dideskripsikan dengan kata-kata deh. Tempat yang pengen banget aku tuju kalau naik gunung lagi..

    BalasHapus
  35. Semeru salah satu gunung yang ingin kudaki. Tapi selalu terkendala waktu, apalagi sekarang pandemi. Semoga masih diberi kesempatan untuk mendaki gunung semeru. Rencananya pengin sama sikecil juga mendakinya.

    BalasHapus
  36. Kangen bgt sama Ranu Kumbolo. Aku pernah daki semeru thn 2014, udah lama bgt. Pasti banyak yg berubah ya di sana.

    BalasHapus
  37. Pesannya positif dari artikel ini, jalan2 mencintai alam penting.. namun jangan lupakan juga pendidikan.. 👍🏽👍🏽

    BalasHapus
  38. Aku ke Ranu Kumbolo Okt 2018. Bawa mobil sampe Ranu Pane. Dan mendakinya lama bangetttt huhu. Karena bawa anak kecil. Tapi seru ya mba :)

    BalasHapus
  39. Semoga lain waktu bisa lanjut mendaki Gunung Semeru ya, Kak
    Ranukumbolo beneran surga tersembunyi di Gunung Semeru ya..Dan setuju jika mengunjungi banyak tempat wonderful Indonesia jangan lupa: Take Nothing But Pictures, Leave Nothing But Foot Print dan
    Don't Kill Nothing But Time

    BalasHapus
  40. Perjalanan yang seru nih eh tapi saya baru tahu ternyata kalau lagi kedatangan tamu gitu perempuan nggak boleh naik gunung ya. Tapi syukurlah masih bisa mampir di Ranukumbolo.

    BalasHapus
  41. Sudah suka banget dengan lokasi yang satu ini sejak muncul dalam film 5CM. Makin dan terus kagum setiap kali mendengar cerita teman dan kolega yang berkesempatan untuk sampai ke Ranu Kumbolo

    BalasHapus
  42. wah keren sekali mbak, saya belum pernah mendaki gunung. Suka iri sama kakak kakak yang sudah sampai puncak gunung. Btw terima kasih tips mendaki gunungnya ya mbak. InsyaAllah akan berguna sekali bagi para pendaki gunung. Kalau saya, naik ke gunung, palingan gunung mas di Puncak Bogor hehhee

    BalasHapus
  43. Setuju banget sih, Ranukumbolo ini jadi destinasi surga duniawi banget di jalur pendakian ke Mahameru. Ibarat panas-panasan di kalimati, terus ketemu sama rakum

    BalasHapus
  44. sepertinya sekarang diperlukan juga surat vaksin juga ketika akan mendaki ya kak. Prepare segalanya agar perjalanan ke Ranukumbolo sesuai keinginan

    BalasHapus
  45. Wahhh sangat bermanfaat banget nih, thanks ka infonya 👍

    BalasHapus
  46. Ranu Kumbolo memang melegenda. Belum pernah ke sana. Semoga bisa suatu saat

    BalasHapus
Posting Komentar
Lebih baru Lebih lama